Nama Kurt Cobain nampaknya disebut-sebut kembali, lagi-lagi selepas Lan Solo menyanyikan lagu ‘Smell Like A Teen Spirit’ di pentas final. Mendiang vokalis Nirvana itu banyak diperbincangkan berkait rapat dengan kematian salah satu personel grup K-Pop SHINee, Kim Jonghyun.

Ini kerana , lima bulan sebelum bunuh diri, Jonghyun pernah mengenakan blazer yang pada bahagian bawahnya menampilkan surat Kurt Cobain sebelum vokalis itu mengakhiri nyawa di tangannya sendiri.

Ramai yang mengaitkan bahawa keputusan Jonghyun untuk bunuh diri dengan menghidu gas karbon monoksida, terinspirasi dari surat Kurt Cobain tersebut. Ditambah lagi, usia Jonghyun saat bunuh diri sama dengan usia vokalis Nirvana tersebut ketika hendak bunuh diri.

Seolah meniru Kurt Cobain, Jonghyun juga menuliskan pesan kepada abangnya bahawa dia selama ini mengaku dalam tekanan. Kebelakangan ini, surat idola K-Pop itu telah disembunyikan. Namun, masih ramai yang tidak mengetahui apa isi surat dari Kurt Cobain terutama generasi millenial.

Di dalamnya, Kurt Cobain menyampaikan kisah selama ia berkarier sampai kepada kehidupannya. Surat terakhir ini juga mengungkapkan perasaan bersalah Kurt Cobain terhadap hal-hal yang selama ini ada di dalam fikirannya.

Isi Surat Kurt Cobain

Di awal surat, terdapat kata-kata “To Boddah”, yang merupakan nama teman imaginasi Cobain semasa kecil.

Kepada Boddah,

Aku berbicara dari lidah orang dengan pengalaman sederhana yang jelas lebih suka menjadi pengeluh kanak-kanak dan merasa lemah. Catatan ini seharusnya cukup mudah dimengertikan.

Selama beberapa tahun ini aku sudah tak mampu merasakan lagi kegembiraan dalam mendengar, meresapi, dan juga menciptakan muzik. Aku merasa bersalah akan hal ini.

Contohnya ketika kami ada di belakang pentas, dan lampu-lampu pentas menyala serta orang-orang berkerumun menunggu kami sambil berteriak histeria. Itu tidak mempengaruhiku seperti halnya mempengaruhi Freddie Mercury, yang dengan catatan sangat mencintai dan menikmati kekaguman penonton di bawah pentas. Semuanya itu merupakan sesuatu yang sangat aku kagumi sekaligus membuatku iri. Sebenarnya aku tidak mampu menipu, kalian semua, atau aku sendiri, ini jelas tidak adil bagi kalian dan juga bagiku.

Kejahatan terburuk yang pernah aku lakukan adalah berpura-pura pada semua orang bahawa aku orang yang sangat bahagia 100%. Kadang-kadang aku perlu mendapatkan dorongan persis sebelum aku naik ke atas pentas. Aku sudah mencuba sekuat tenaga untuk menghargainya. Dan aku benar-benar menghargai hal itu (dan Tuhan, aku meyakini-Nya, percayalah aku meyakini-Nya, tapi itu tidak cukup).

Aku menghargai kenyataan bahawa kami (Nirvana) telah memengaruhi dan menghiburkan begituramai orang. Aku pasti salah satu orang narsistik yang hanya menghargai sekitar ketika mereka pergi. Aku terlalu sensitif. Aku perlu sedikit mati untuk menghadirkan kembali antusiasme semasa kecil.

Dalam tiga tour terakhir kami, aku telah banyak menghargai orang-orang yang aku kenal secara dekat dan para penggemar muzik kami, tapi aku tetap tidak mampu menghilangkan rasa kecewa, perasaan bersalah, dan simpatiku kepada semua orang. Ada kebaikan di antara kita semua dan aku fikir aku benar-benar sangat mencintai umat manusia, terlalu banyak sampai membuatku sedih.

Aku terlalu menjadi bayi yang tak menentu, berubah-ubah sikapnya! Aku tidak memiliki semangat lagi, jadi ingatlah, lebih baik habis terbakar daripada memudar.

Damai, cinta, SImpati ,Kurt Cobain

Frances dan Courtney, aku akan selalu di sisimu. Tetaplah berjalan Courtney, demi Frances. Bagi hidupnya, yang akan menjadi sangat bahagia tanpaku. AKU CINTA KAMU, AKU CINTA KAMU!

Pada 8 April 1994, Cobain ditemui mati di rumahnya di Lake Washington. Cobain dikatakan sebelum itu sedang tidur terlihat sebuah senapang yang mengarah ke dagunya. Surat ditulis sebelum bunuh diri juga berada bersamanya.

Sumber kurtcobainssuicidenote.com